Langsung ke isi

Benarkah Pahlawan Nasional DR Wahidin Sudiro Husodo Ternyata Orang Batak Bermarga Hasibuan….?????

1 April 2010

Pahlawan Nasional DR Wahidin Sudiro Husodo cukup terkenal sebagai tokoh Pergerakan Nasional 20 Mei 1908 juga dengan nama Budi Utomo, tapi orang banyak yang tidak tahu berasal dari mana asal usul beliau maupun tempat kelahirannya.

“Ternyata beliau adalah orang Batak bergelar Sisingamangaraja X Tahun 1817,” kata M Daniel Sri Muda, SH,  salah seorang keluarga alur cicit dari pejuang bangsa Indonesia itu ketika berkunjung ke redaksi Waspada.

M.Daniel yang kini berdomisili di Jalan Duyung No.10 Pondok Bambu 13430, Jakarta Timur, ini datang ke Waspada ditemani Zulkarnaen Brahmana, menuturkan  Wahidin Sudiro Husodo orang banyak tahu berasal dari tanah Jawa karena penampilan serta namanya berbau nama Jawa, tapi nyatanya sangat berbeda dari kenyataan.

“Maka saya sebagai garis keturunan cicitnya yang ke-21 ingin meluruskan sejarah, sebenarnya beliau memakai nama Wahidin Sudiro Husodo mempunyai arti sendiri bagi beliau memakai nama itu dalam perjalanan perjuangannya.

Dalam pengabdiannya menggusur penjajah Belanda, beliau tampil sebagai prajurit panglima perang, tampil sebagai tokoh ulama Islam. Dalam penyiaran Agama Islam, lanjutnya, Wahidin Sudiro Husodo pergi ke berbagai penjuru daerah yang dilalui untuk menghimpun tokoh-tokoh maupun suku-suku untuk melawan Belanda. Selain itu juga tampil sebagai pendekar persilatan, tokoh raja dan tokoh politik dalam Kebangkitan Nasional pada 20 Mei 1908.

Wahidin Sudiro Husodo dilahirkan di daerah Portibi, Gunung Tua, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, pada 15 April 1791. Panggilan kecilnya adalah Sukhat. Sedangkan nama besarnya dikenal dengan sebutan Sutan Kali Alom atau Sutan Batara Guru Doli serta Haji Maruhum Kahar Hasibuan.

Sebagai pejuang bangsa, Wahidin Sudiro Husodo memang memiliki banyak nama dalam perjuangan mengusir penjajah Belanda. Meski bermarga Hasibuan namun Wahidin tidak suka memakai marga di dalam berjuang, karena perjuangannya bersifat nasional. Ayah Wahidin bernama Sutan Manohan Dibata Oloan

atau Sutan Mangamar dan ibunya bernama Salbiah Siregar.

Seorang Raja

Orangtuanya adalah seorang raja di daerah Portibi yang terkenal dengan nama Candi Portibi.

Masih kata M.Daniel Sri Muda, Wahidin Sudiro Husodo hanya mempunyai penerus garis keturunannya hanyalah seorang putri tunggal dari pernikahannya dengan cicit Sunan Kalijaga bernama Siti Ambar, dan mempunyai garis cucu lima orang, cicit 24 orang serta garis buyut lebih dari 75 orang.

Diakui M. Daniel, memang Wahidin Sudiro Husodo memiliki banyak istri sesuai Syariat Islam untuk mencari keturunan laki-laki, tapi tidak pernah terwujud maka beliau mengangkat anak laki-laki bernama Soemantri bertempat tinggal di Desa Giri Jaya Cidahu Sukabumi dan telah wafat tahun 1004. Sedangkan putri tunggal beliau bernama Taksiah Boru Hasibuan semasa remaja berumur 14 tahun anaknya dibesarkan di kampung halaman Wahidin Sudiro Husodo di Tapanuli Selatan. Anaknya menikah dengan marga Harahap sekitar 1897.

Sekitar tahun 1910 Wahidin Sudiro Husodo menikah dengan Mak Iyok garis keturunan cucu Prabu Siliwangi tanpa ada penerus keturunan, kemudian menikah lagi dengan putri dari garis keturunan Raja Banten bernama Ratu Syarifah dan memiliki dua anak wanita tapi keduanya meninggal semasa kecil dan tidak ada penerus keturunan Wahidin Sudiro Husodo lagi dari Ratu Syarifah.

“Semua ini saya sampaikan untuk meluruskan sejarah tentang asal usul keturunan serta tempat beliau berjuang dengan memakai bermacam namanya,” katanya seraya menambahkan keturunan cicit beliau di dalam mengabdi serta berjuang untuk Negara Republik Indonesia ini sejak tahun 1945 adalah Kol. (Purn) Bahari Efendi Siregar (alm), mantan Komandan Basis Jakarta Raya 1956, mantan Aspri, Jenderal M.Panggabean (alm) tahun 1968, Letnan Satu CPM (Purn) Abdul Murad Siregar (alm) dan Letda Alwisori Muda Siregar (alm).

Sedangkan M.Daniel Sri Muda adalah anak dari garis cucu beliau bernama Aminah Boru Harahap. Dan M. Daniel juga aktif sebagai anggota Pejuang Siliwangi Indonesia, anggota Organisasi Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia, serta Alumni Targati Bela Negara tahun 2003 Departemen Pertahanan RI, kata M.Daniel yang telah menerbitkan buku Sekilas Kisah Biografi dan Perjuangan Pahlawan Nasional Doktor Wahidin Sudiro Husodo bergelar Sisingamangaraja X Pada Tahun 1817, Panglima Tuanku Rao pada Tahun 1821-1837, Mangkunegara IV Pada Tahun 1853-1881.

M.Daniel mengimbau, para ahli  buku sejarah dapat mengkaji lebih dalam lagi siapa sebenarnya Wahidin Sudiro Husodo sebagai Pahlawan Nasional dan juga sebagai bahan seminar untuk pelurusan sejarah bangsa Indonesia yang selama ini penuh dengan silang pendapat umum demi kepentingan tertentu.

Menurut M Daniel, untuk pemimpin negara ke depan, Daniel mengimbau untuk merenung segala perjuangan yang dilakukan pejuang terdahulu. Hendaknya apa yang dijanjikan kepada rakyat, harus diwujudkan.  “Jangan mengatasnamakan rakyat, jika mereka terlupakan,” demikian M.Daniel.

Medan, WASPADA Online.

11 Komentar leave one →
  1. 19 April 2010 16:58

    Informasi yang sangat dan amat penting. Perlu penelusuran yang lebih konprhensif, kalau begitu. Thanks

  2. 22 Juni 2010 12:46

    Kita perlu penjelasan yg lebih mendetail untuk hal ini,agar para tunas bangsa kita mengetahui syapa sebenarNya pahlawan2 kita .

  3. haryono permalink
    1 Oktober 2010 04:20

    harus ada data dan argumen pembanding agar masyarakat bisa menilai

  4. arung permalink
    18 Oktober 2010 17:47

    jadi bingung..???, di pintu Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, di Makassar, di jelaskan dengan lengkap silsilah DR. Wahidin sebagai orang Makassar.

  5. kikuk permalink
    22 Desember 2010 06:26

    Wahidin Sudirohusodo batak atau yang makassar pastinya lain orang dengan dr. Wahidin Sudirohusodo guru STOVIA dan penggagas Budi Oetomo. Dia keluarga bangsawan kraton jogja, makamnys ada di Mlati Jogja Utara. Hanya keluarga bangsawan atau orang kaya yang mampu sekolah dan bekerja di STOVIA (Sekolah Kedokteran)

  6. 20 Februari 2011 18:41

    Masalah benar tidaknya berita di atas tergantung pada data pendukungnya. Seberapa tepatkah kebenaran keterangan tersbut menurut data yang valid ? Hal inilah yang harus segera diteliti kebenarannya. Hal ini juga menjadi PR bersama oleh pihak-pihak terkait. Karena menyangkut masalah nama seorang Pahlawan Nasional yang selama ini masyarakat hanya mengetahui setengah-setengah atas bio data beliau. Maka diharapkan kepada semua pihak yang terkait harus segera menindaklanjuti.

  7. irmayani siregar permalink
    20 April 2011 08:58

    ini informasi yang begitu penting bagi kita semua
    bisa terkuak informasi-informasi yang belum terungkap
    terima kasih artikelnya

  8. 25 Mei 2011 09:03

    Trima kasih buat semua infonya
    hal ini suatu informasi yg baik
    masih adakah info lain yang menarik dan bersejarah???

  9. 25 Mei 2011 09:07

    Wow,,,,,,,,,,,,,
    menarik
    teirima kasih infonya ya,,,,,,,,,,!!!!
    klo ada yg lain tlg kasih tau saya ya,,,,,<!!!!

  10. Wahidin C permalink
    1 Juni 2011 08:49

    Kebetulan Nama depan beliau dipakaikan ayah saya padaku tahun 1959. Sekarang akau jadi bangga senama dengan Pahlawan Nasional. Untuk apa asal usul diungkit-ungkit kalau masa hidup beliau adalah pejuang nasional? Mau didaerahkan (otonomi gitu,) lagi? Hargai saja perjuangan beliau dengan meluruskan perjuangan bangsa sekarang melalui prinsip-prinsip Budi Utomo itu. Saya menonton puncak perayaan Harkitnas dan Hardiknas, satu bait lagu Indonesia Raya hanya musik, bait kedua diikuti peserta, menyusul belakangan konduktornya. Dan dalam sambutan seorang undangan, jadi saya abaikan namanya, tidak dsebut nama Dr. Wahidin Sudirohusodo. Hanya 4 nama. Dr. Wahidin Sudirohusodo Orang Indonesia Asli. Dan ???, lagi : Bukankah Sisingamangaraja I – XII satu garis keturunan, dan pakai Putra Mahkota?

  11. 6 Maret 2012 10:36

    pelurusan sejarah memang perlu tetapi harus disiarkan melalui televisi secara nasional dan mengundang serta para keturunannya agar bisa sedikit membantu hal tersebut.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.493 pengikut lainnya.